Rabu, 10 Juni 2015
Tugas artikel 1 Kemelut Di Golkar (Tinjauan dari sisi hukum)
KEMELUT DI GOLKAR (Tinjauan dari sisi hukum)
PARTAI Golkar, akhir-akhir ini tengah dilanda kemelut internal yang dahsyat. Kemelut dahsyat itu dipicu sikap Aburizal Bakrie, alias ARB alias Ical, yang bersikeras untuk maju kembali menjadi calon Ketua Umum. Perpecahan pun tak lagi terbendung, setelah Agung Laksono (Wakil Ketua Umum) bersama para sekutunya sesama rival ARB membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar (P3G). Beberapa jam sebelum tercetusnya P3G, pecah ‘insiden penyerbuan’ oleh sekelompok massa mengatasnamakan organ AMPG di Kantor DPP Golkar, saat pengurus DPP sedang membahas tindak lanjut keputusan Rapimnas Yogyakarta perihal pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar pada 30 November 2014.
Beda pendapat soal jadual pelaksanaan Munas menjadi alasan terpecahnya partai beringin. Kubu ARB, untuk dan atas nama mengamankan keputusan Rapimnas Yogyakarta, bersikeras menyelenggarakan Munas pada 30 November. Sedangkan kubu Agung Laksono menuntut Munas tetap diselenggarakan pada Januari 2015 sesuai keputusan Rapat Pleno DPP Golkar yang linear dengan hasil Munas VIII Pekanbaru 2009. Alasan yuridis yang dikemukakan kubu ARB adalah, kedudukan hukum Rapimnas lebih tinggi dibandingkan Rapat Pleno DPP, dan berada satu tingkat di bawah Munas. Alhasil, bila tidak ada hal luar biasa yang memaksa terjadinya penundaan, maka Munas IX Golkar bakal tetap digelar di Bali pada 30 November hingga 3 Desember.
Jalan Tengah Munas Bersama
Menakar kekuatan masing-masing kubu dalam dinamika untuk memuluskan kepentingannya, nampaknnya akan terjadi tarik menarik yang sama kuatnya. Butir kesepakatan yang masih menjadi ganjalan bagi masing-masing kubu adalah keberadaan Golkar di KMP. Pihak AL yang sedari awal berkepentingan untuk berada dalam pemerintahan Jokowi, nampaknya menemui jalan buntu dalam perundingan ini. Kubu ARB yang memang saat ini menjadi motor KMP dengan segala kepentingan bargaining politiknya, memang susah untuk keluar begitu saja dari KMP, karena disitulah PG memiliki nilai tawar tinggi dihadapan pemerintah.
Kubu AL yang sejatinya memang dibelakangnya berdiri JK sedari awal mendorong PG untuk sesegera mungkin merapatkan diri kepada kubu Jokowi. Hal inilah yang menjadi katub sebab perpecahan di tubuh PG sejatinya. Menurut berbagai kalangan praktisi dan pengamat politik memprediksi hasil akhir dari pertarungan antar kedua kubu ini adalah akan diadakan munas bersama. Munas bersama ini akan menjadi penting bagi PG untuk proses rekonsiliasi internal, pada akhirnya keputusan akan diserahkan secara utuh dalam arena munas tanpa ada tarik menarik dukungan seperti yang selama ini terjadi.
Munas bersama ini sejatinya adalah langkah terbaik untuk mencapai kesepakatan bersama dan mengakhiri perpecahan PG. PG yang lihai dalam permainan politiknya, nampaknya akan mengambil posisi strategis untuk kepentingan partai secara nasional. JIka Munas bersama ini tidak tercapai akan mustahil bagi PG untuk sesegera mungkin melakukan pembenahan dan evaluasi pencapaian dan target partai kedepan.
Manuver yang terjadi dilapangan disela-sela perundingan memang santer akan tercapai situasi munas bersama, bisa jadi tim perunding sendiri akan melakukan deal-deal tersendiri untuk bisa terselenggaranya munas bersama ini, jika kedua kubu berkeras untuk menolak hasil kompromi. Bahkan manuver yang terjadi saat perundingan, memungkinkan munas bersama tersebut akan meninggalkan kubu ARB dan AL, itu artinya munas bersama tersebut akan membawa nuansa baru dan meninggalkan jejak-jejak pertarungan kedua kubu.
Perpecahan di tubuh partai pohon beringin ini, saya menduga adalah bagian dari scenario seorang akbar tanjung. Bagi seorang ARB yang nyatanya tidak mampu memberikan sumbangan untuk mendongkrak elektabilitas partai sejatinya telah surut oleh dukungan konstituennya di tingkat DPD I dan II, namun secara mengejutkan ketika Munas Versi ARB di Bali peserta yang hadir diluar perkiraan. Saya meyakini ini bagian dari andil besar Akbar Tanjung yang memang keberadaannya masih banyak di ikuti oleh kader-kader dibawahnya. Bahkan ketika proses awal perpecahan pada partai Golkar jelang Munas, Akbar Tanjung juga telah mengagas adanya islah antara kubu ARB dan Agung Laksono, namun ketika situasi pada saat itu tidak memungkinkan untuk terjadinya islah, justru kubu Agung Laksono laksana tidak memiliki power sama sekali untuk mengimbangi kubu ARB, laksana ayam kehilangan induknya. Sekali lagi itu bukti bahwa peran Akbar Tanjung sangatlah besar dalam menentukan arah politik partai golkar.
Peran yang diambil oleh Akbar Tanjung ketika mendukung munas Bali sejatinya juga bagian dari cara Akbar untuk menunjukkan tajinya, dan akhirnya hal itu pun terbukti, bahwa tanpa “bang” Akbar tidak bisa berbuat apa-apa. Posisi strategis yang dimiliki oleh Akbar Tanjung ini seharusnya mampu diposisikan sebagai seorang yang akan mengagas sebuah rekonsiliasi ditengah perpecahan. Akbar Jangan diposisikan sebagai kubu yang berlawanan, karena seorang politisi kawakan seperti beliau ini memiliki posisi istimewa dalam membawa partai golkar untuk menjadi semakin dewasa dan mapan.
Keberadaan akbar Tanjung sebagai seorang tokoh nasional yang piawai dalam memainkan bidak caturnya dalam semua level organisasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Akbar harus diposisikan layaknya seorang guru bangsa dalam bidang politik yang dalam setiap pengambilan keputusannya selalu berbicara sebagai seorang guru bangsa, bukan sebagai praktisi politik semata.
Bang Akbar yang kita kenal sebagai seorang politik kawakan lewat dedikasi dirinya dalam memajukan dan mewarnai perpolitikan nasional, semoga tidak berhenti kepada kepentingan ambisi politik dan nafsu kekuasaan semata. Tapi jauh dari itu, beliau harus menjadi guru bagi banyak orang seperti Gus Dur serta tokoh-tokoh lainnya yang menjadi harum namanya. Lewat dedikasi dalam memajukan perpolitikan nasional hingga pencapaiannya saat ini, semoga menjadikan beliau lebih legowo untuk mengambil posisi sebagai seorang negarawan bagi siapa saja tidak terbatas kalangan internal golkar saja, dan mudah-mudahan Bang Akbar menjadi milik kita semua.
Seorang tokoh Golkar asal Nusa Tenggara Timur, Melchias Markus Mekeng, yang juga seorang intelektual ekonomi, melukiskan perihal dahsyatnya kemelut di tubuh Golkar dengan pernyataan agak menyengat, yakni “ada manipulasi demokrasi di Golkar”. Seolah-olah ada demokrasi di Golkar, padahal sebenarnya tidak. Demokrasi di Golkar hanyalah kemasan. Pernyataan ini mengandung makna bahwa yang terjadi di Golkar sebenarnya adalah ‘demokrasi seolah-olah’. Dalam perkembangan terkini, seperti dikutip beberapa media nasional, Mekeng melakukan perlawanan terbuka terhadap ARB. Terkini, Anggota DPR-RI asal NTT ini, melemparkan pernyataan yang lebih menyengat; bahwa ARB lebih baik fokus mengurusi masalah hutangnya daripada mengurus partai atau negara.
Sebagai partai tertua dalam sejarah politik kontemporer Indonesia, Golkar tentu memiliki kematangan dalam urusan pelembagaan demokrasi. Dalam banyak pengalaman konflik kepartaian, Golkar mempunyai daya tahan yang tangguh dalam mengelola konflik faksionalitas di dalam tubuhnya sendiri. Alhasil, Golkar menjadi semacam rujukan atau tolak ukur dari kemajuan peradaban budaya demokrasi di Indonesia. Suka tidak suka, senang tidak senang, para pihak lain di luar Golkar pun mesti mengakui bahwa Golkar memiliki kematangan politik dalam hal pengelolaan kehidupan berdemokrasi.
Kini, mengapa Golkar bisa terpecah? Mengapa pula ada elemen Golkar yang tergoda melakukan huru-hara fisik, padahal kekuatan Golkar selama ini justru berada di area rasionalitas, area dimana wacana dan pemikiran subur berproduksi? Dengan demikian, perpecahan Golkar saat ini menjadi penanda yang sungguh berbahaya bagi Golkar sendiri, bahwa partai yang sarat pengalaman ini justru sedang berjalan mundur memasuki fase kegelapan demokrasi. Perpecahan dan huru-hara fisik yang terjadi, dengan demikian boleh disebut sebagai “anomali (keanehan)” terbesar di tubuh Golkar. Quo vadis Golkar usai retak? Mau ke mana Golkar yang kini tertampar oleh anomali politik memalukan itu?
Perpecahan di tubuh Golkar akibat manuver dan saling telikung diantara para calon ketua umum, yakni antara calon incumbent (ARB) di satu sisi dan dengan para seterunya antara lain Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Airlangga Hartarto, bakal merembes secara cepat ke area barisan kader Golkar, mulai dari level pusat hingga ke struktur kecamatan bahkan desa. Pun, bakal mengganggu secara sangat serius soliditas organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar (baca: kino Golkar).
Kubu-kubu yang bertikai di Golkar berupaya menunjukkan sikap tulus untuk menjaga eksistensi sekaligus masa depan partai. Namun, seperti lazimnya, di panggung politik praktis, sungguh sulit mengukur kadar ketulusan. Yang bisa ditakar hanyalah kepentingan. Bila kepentingan saling bertautan, maka ketulusan datang menampakkan wajah. Tapi, jika kepentingan saling berpunggungan, maka ketulusan pun beranjak pergi memalingkan rupa.
Apa gerangan yang membuat ARB bersikeras maju kembali sebagai calon ketua umum? Apa pula alasan yang membuat Agung Laksono cs bersikeras menghadang langkah ARB? Ragam spekulasi politik pun berseliweran. Dalam konteks politik kekinian, spekulasi terkuat yang melatari huru-hara Golkar adalah “political positioning” terhadap rezim berkuasa hasil Pilpres 2014. Ada tarik-menarik yang kuat antara kubu yang menginginkan Golkar ikut koalisi rezim berkuasa, dengan kubu yang menghendaki Golkar melakoni watak barunya sebagai kekuatan oposan.
Di ranah parlemen, Golkar menjadi pemain kunci dalam Koalisi Merah Putih (KMP) yang berdiri vis a vis dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Tampaknya ARB berkepentingan mengawal peran sentral Golkar di KMP. Sedangkan para seteru ARB sangat mungkin menggiring Golkar berkoalisi dengan rezim berkuasa. Kendati dianggap kurang berprestasi memimpin Golkar selama lima tahun berjalan, tapi satu hal yang patut diapresiasi pada ARB adalah kemampuannya membentuk watak baru Golkar sebagai kekuatan oposan, idem ditto penyeimbang. Mungkin konsistensi menjadi kekuatan penyeimbang inilah yang sedang jadi pertaruhan ARB. Respek kolektif Golkar pada ARB sangat mungkin berlipatganda jika dia secara legowo membuka jalan regenerasi!
Sumber :
• http://www.flobamora.net/berita/4288/2014-11-30/anomali-golkar.html
Kamis, 21 Mei 2015
Pentingnya pendidikan demokrasi bagi terlaksananya nilai nilai demokrasi di indonesia
NAMA : Yudha Perdana Putra
NPM : 19213535
KELAS : 2EA23
Pentingnya pendidikan demokrasi bagi terlaksananya nilai nilai demokrasi di indosenia.
Generasi penerus melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkanakan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri warga negara Republik Indonesia. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pengembangan nilai, sikap, dan kepribadian diperlukan pembekalan kepada peserta didik di Indonesia yang diantaranya dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam kehidupan) yang disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.
Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela negaraakan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh–sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari–hari.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik.
Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sadar akanhak dan kewajiban sebagai warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa, dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 “.
Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing; memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.
B. Perkembangan Pendidikan Bela Negara
1. Pengertian dan pemahaman tentang Bangsa dan Negara.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah orang–orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri.Atau bisa diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi.
Jadi Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama–sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.Atau bisa diartikan sebagai satu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa bagi ketertiban sosial.
2. Situasi NKRI terbagi dalam periode–periode.
Tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan sampai 1965 disebut periode Orde Lama. Ancaman yang dihadapi datangnya dari dalam maupun dari luar, langsung maupun tidak langsung, menumbuhkan pemikiran mengenai cara menghadapinya. Pada tahun 1954, terbitlah Produk Undang–Undang tentang Pokok–Pokok Perlawanan Rakyat (PPPR) dengan Nomor 29 Tahun 1954.Sehingga terbentuklah organisasi–organisasi perlawanan rakyat pada tingkat desa (OKD) dan sekolah-sekolah (OKS).
Tahun 1965 sampai 1998 disebut periode baru atau Orde Baru.Ancaman yang dihadapi dalam periode ini adalah tantangan non fisik.Pada tahun 1973 keluarlah Ketetapan MPR dengan Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN, dimana terdapat penjelasan tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Lalu pada tahun 1982 keluarlah UU No. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan–Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia, dengan adanya penyelenggaraan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dari Taman Kanak–Kanak hingga Perguruan Tinggi.
Tahun 1998 sampai sekarang disebut periode Reformasi, untuk menghadapi perkembangan jaman globalisasi maka diperlukan undang–undang yang sesuai maka keluarlah Undang–Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur kurikulum Pendidikan kewarganegaraan.
C. Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa
Setiap kali kita mendengar kata kewarganegaraan, secara tidak langsung otak merespon dan mengaitkan kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada saat sekolah, dan mata kuliah kewarganegaraan pada saat kita kuliah.Bisa jadi kata kewarganegaraan di dalam memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraan yang harus dipelajari, dan ternyata saat kuliah juga ada. Dan di dalam bangku perkuliahan kita akan mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran setelah terpecah dari PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.Pada awalnya di gabung menjadi satu, karena isi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri besumber dari Pancasila itu sendiri.
Selanjutnya di pecah menjadi mata pelajaran sendiri karena Pendidikan Kewarganegaraan dianggap penting untuk di ajarkan kepada siswa dan dalam Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih luas dan tidak hanya bersumber langsung dari Pancasila.Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan bagi sebagian mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila tahap dua, atau bahkan tidak jauh berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan Sejarah Bangsa. Beberapa materinya memang berkaitan ataupun sama. Itulah mengapa Pendidikan kewarganegaraan selalu “dianak tirikan” dalam percaturan dunia pendidikan.Menurut orang kebanyakan, lebih penting belajar matematika daripada PKn.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.
Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa yang di mana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang, diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu Negara.
Negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Negara didorong untuk menggugah masyarakat agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan serta rasa turut memiliki. Masyarakat harus disadarkan untuk segera mengabdikan dirinya pada negaranya, bersatu padu dalam rasa yang sama untuk menghadapi krisis budaya, kepercayaaan, moral dan lain-lain. Negara harus menggambarkan image pada masyarakat agar timbul rasa bangga dan keinginan untuk melindungi serta mempertahankan Negara kita.Pendidikan kewarganegaraan adalah sebuah sarana tepat untuk memberikan gambaran secara langsung tentang hal-hal yang bersangkutan tentang kewarganegaraan pada mahasiswa.
Pendidikan kewarganegaraan sangat penting. Dalam konteks Indonesia, pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.
Seperti yang pernah diungkapkan salah satu rektor sebuah universitas, “tanpa pendidikan kewarganegaraan yang tepat akan lahir masyarakat egois.Tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akanmenjadi penjara dan neraka dalam artian menjadi sumber konflik. Pendidikan, lewat kurikulumnya, berperan penting dan itu terkait dengan strategi kebudayaan.”
Beliau menambahkan bahwa ada tiga fenomena pasca perang dunia II,yaitu :
1. Fenomena pertama, saat bangsa-bangsa berfokus kepada nation-building atau pembangunan institusi negara secara politik. Di Indonesia, itu diprakarsai mantan Presiden Soekarno.Pendidikan arahnya untuk nasionalisasi.
2. Fenomena kedua, terkait dengan tuntutan memakmurkan bangsa yangkemudian mendorong pendidikan sebagai bagian dari market-builder atau penguatan pasar dan ini diprakarsai mantan Presiden Soeharto.
3. Fenomena ketiga, berhubungan dengan pengembangan peradaban dan kebudayaan. Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia sudah menampakkan fenomena tersebut dengan menguatkan pendidikannya untuk mendorong riset, kajian-kajian, dan pengembangan kebudayaan.
Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.Sehingga dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi ilmu tentang tata Negara, menumbuhkan kepercayaan terhadap jati diri bangsa serta moral bangsa, maka takkan sulit untuk menjaga kelangsungan kehidupan dan kejayaan Indonesia.
Kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan antara lain agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM, agar mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai, agar mahasiswa memilik kepedulian dan mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik di masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai moral, agama, dan nilai-nilai universal, agar mahasiwa mampu berpikir kritis dan objektif terhadap persoalan kenegaraan, HAM, dan demokrasi, agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik, agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak (berkeadaban).
Pendidikan Kewarganegaraan lah yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab.Karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan begitu saja melainkan harus dipelajari dan di alami oleh masing-masing orang.Apalagi negara kita sedang menuju menjadi negara yang demokratis, maka secara tidak langsung warga negaranya harus lebih aktif dan partisipatif.Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa harus memepelajarinya, agar kita bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi negara. Garda kokoh yang akan terus dan terus melindungi Negara walaupun akan banyak aral merintang di depan.
Kita semua tahu bahwa Pendidikan Kewarganegaraan mengajarkan bagaimana warga negara itu tidak hanya tunduk dan patuh terhadap negara, tetapi juga mengajarkan bagaimana sesungguhnya warga negara itu harus toleran dan mandiri.Pendidikan ini membuat setiap generasi baru memiliki ilmu pengetahuan, pengembangan keahlian, dan juga pengembangan karakter publik.Pengembangan komunikasi dengan lingkungan yang lebih luas juga tecakup dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Meskipun pengembangan tersebut bisa dipelajari tanpa menempuh Pendidikan Kewarganegaran, akan lebih baik lagi jika Pendidikan ini di manfaatkan untuk pengambangan diri seluas-luasnya.
Rasa kewarganegaraan yang tinggi, akan membuat kita tidak akan mudah goyah dengan iming-iming kejayaan yang sifatnya hanya sementara. Selain itu kita tidak akan mudah terpengaruh secara langsung budaya yang bukan berasal dari Indonesia dan juga menghargai segala budaya serta nilai-nilai yang berlaku di negara kita. Memiliki sikap tersebut tentu tidak bisa kita peroleh begitu saja tanpa belajar.Oleh karena itu mengapa Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat penting untuk kita pelajari.
Oleh karena itu Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting manfaatnya, maka di masa depan harus segera dilakukan perubahan secara mendasar konsep, orientasi, materi, metode dan evaluasi pembelajarannya. Tujuannya adalah agar membangun kesadaran para pelajar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mampu menggunakan sebaik-baiknya dengan cara demokratis dan juga terdidik.
Tugas softskill pendidikan kewarganegaraan
NAMA :Yudha Perdana Putra
NPM :19213535
KELAS :2EA23
Akibat dari hak dan kewajiban yang berjalan tidak seimbang
1. Hak
Hak diartikan sebagai sesuatu hal yang memang secara sah menjadi milik kita. Karena secara sah (legitimasi) menjadi milik kita maka berbicara tentang hak menyangkut pengakuan (klaim) terhadap sesuatu, bisa orang, benda maupun sesuatu. Ada pula yang mengartikan hak sebagai kuasa untuk memiliki. Kedua pengertian tersebut sebenarnya mirip karena kedua-duanya menyangkut sesuatu yang bisa dimiliki dan juga menyangkut secara sah dan bisa diklaim. Untuk bahasa diklaim kalau dalam bahasa hukum berarti bisa dituntut untuk dimiliki. Karena begitu kuatnya hak ini maka siapapun yang melanggar hak orang lain maka bisa dituntut untuk mengembalikan kalau sulit bisa dituntut dalam proses hukum lebih lanjut. Jadi rentangan hak ini dari yang sifatnya sederhana dan melekat pada diri pribadi sampai yang rumit menyangkut sesuatu hal yang sangat kompleks. Pengklaiman suatu hak yang rumit dapat melalui proses hukumyang ada, artinya siapapun orangnya yang mengaku mempunyai sesuatu maka orang tersebut harus bisa membuktikan bahwa sesuatu itu memang merupakan miliknya disinilah peran Pengadilan dan lembaga Peradilan sangat penting dan menentukan terutama bila menyangkut masalah yang rumit.
Hak sifatnya bisa atau dapat dituntut artinya tidak semua yang berbau Hak harus dituntut, untuk menuntut diserahkan pada yang punya hak itu sendiri. Tentunya berdasarkan keadilan dan kepatutan serta kelayakan. Penuntutan terhadap pemenuhan hak terjadi biasanya menyangkut sesuatu yang memang sangat perlu dituntut, semisal terjadinya perampasan, penipuan, penyrobotan dan atau masalah sosial kenegaraan seperti tidak dipenuhinya hak warganegara dalam hal upah, dalam hal hak menyangkut pendidikan, hak kesehatan, hak tenaga kerja dan lain sebagainya.
2. Kewajiban
Kewajiban adalah menyangkut sessuatu yang harus dikerjakan. Kewajiban menyangkut keharusan untuk melakukan sesuatu sehingga kewajiban dapat dikatakan bersifat oblibatif (keharusan). Sebagai suatu keharusan maka bila tidak dilakukan maka akan mendapaat sanksi beruba hukuman (pusnisment). Hukuman bagi yng tidak melakukan sesutu dari yang paling ringan berupa dikucilkan sampai yang paling berat berupa hukuman mati. Sanksi diberikan dalam rangka bagaimana agar kewajiban dilaksanakan. Kewajiban harus dilaksanakan dalam rangka ketertiban dan keteraturan hidup bersama dalam rangka mencapai cita-cita atau tujuan bersama. Kewajiban harus dilakukan. Oleh karena itu sifat dari kewajiban adalah dituntut untuk dilaksanakan. Dituntut untuk dilaksanakan artinya dapat dipaksakan dalam pelaksanaannya. Tentunya paksaan dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit sesuai dengan tingkat kewajiban yang harus dilaksanakan. Kalau hak menyangkut sesuatu yang harus didapat dapat dituntut tetapi kalau kewajiban menyangkut sesuatu yang harus diberikan/dikerjakan. Yang hak berarti dapat dituntut sedangkan kewajiban menuntut untuk dilaksanakan. Pelaksanaan kewajiban perlu ditegaskan dalam rangka mencapai harmoni sosial demi tercapainya tujuan dan cita-cita bersama.
Kewajiban tumbuh bersamaan dengan masyarakat sendiri. Masyarakat menuntut untuk dilaksanakannya kewajiban. Kewajiban ada untuk membantu menciptakan ketertiban, kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan secara nyata. Tanpa melaksanakan kewajiban maka ditengah masyarakat akan sulit tercapai keadilan dan harmoni sosial. Keadilan akan membantu masyarakat mewujudkan kehidupan yang nyaman dan sejahtera tentunya demi masyarakat itu sendiri. Masyarakat hidup dan berekembang bersamaan dengan kewajiban anggota masyarakatnya.
Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. NKRI dibangun berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Didalam Pancasila dan UUD 1945 terdapat aturaan mengenai apa-apa yang menjadi kewajiban dan apa-apa yang menjadi hak warganegara. Perlu ditekankan negara akan harmonis dan sejahtera bila masing-masing warganegara disamping mengerti dan memahami akan kewajiban dan hak-haknya secara tepat juga tentunya dapat mempraktekan dalam kehidupan berbangsa.
Negara akan dapat berjalan dengan baik bila warganegaranya mendukung. Ada beberapa hal yang merupakan kewajiban dari warganegara dan sebaliknya ada beberapa hal yang menjadi kewajiban dari negara. Demikian pula dengan hak, ada beberapa hal yang menjadi hak dari negara dan demikian pula ada beberapa hal yang menjadi hak dari warganegara. Penjaminan Hak dan Kewajiban antara negara dan warganegara terdapat dalam konstitusi negara, dalam hal ini UUD 1945. UUD 1945 adalah konstitusi Republik Indonesia.
Kehidupan negara akan berjalan dengan baik, harmonis dan stabil bila antara negara dan warganegara mengetahui hak dan kewajiban secara tepat dan proporsional. Perlu disadari bahwa pelaksanaan hak adalah berkaitan dengan kewajiban. Kedua-duanya harus seimbang dan serasi serta selaras. Penuntutan hak oleh negara dan juga warganegara harus berimbang dengan kewajibannya. Tidak mungkin orang hanya menunut haknya saja sedang kewajibannya diabaikan. Bila ada orang yang hanya menuntut haknya saja maka akan pasti merugikan orang lain, masyarakat bangsa dan negara. Demikian pula orang yang hanya mengerjakan kewajiban saja tanpa mendapkan hak maka juga akan merugikan orang lain, masyarakat bangsa dan negara. Oleh karena itu, antara Kewajiban dan hak harus dijalankan secara bersamaan, tidak ada yang mendahului atau yang ditinggalkan dari yang lain.
Pelaksanaan Hak dan kewajiban yang tidak seimbang, berimbang dan berat sebelah menimbulkan pertikaian, konflik, permusuhan dan kekerasan. Ditengah-tengah masyarakat kita sering terjadi konflik demikian, semisal Upah Minimu Regional (UMR), konflik dalam perusahaan, kekerasan antara anggota masyarakat dan aparat pemerintah, unjuk rasa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), unjuk rasa yang disebabkan kekerasan aparat pemerintah dan masih banyak lainnya. Kekerasan seperti ada dalam lingkup (lingkungan) perorangan sederhana sampai pada tataran golongan, negara dan pemerintahan yang rumit. Inti dari permasalahan seperti itu karena pelaksanaan hak dan kewajiban yang tidak tepat.
Konflik yang terjadi ditengah masyarakat tidak jarang sebagai cermin dari pelaksanaan hak dan kewajiban yang kurang tepat. Ada sebagian orang yang hanya ingin mendapatkan hak tanpa mengerjakan kewajibannya. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan karena ada orang, kelompok lain yang harus melaksanakan kewajiban yang terkadang bukan merupakan hak sendiri untuk melakukannya hal tersebut. Sebagai contoh lain banyak sebagian warga negara menuntut hak agar jalan dan fasilitas umum diperhatikan dan diperbaiki oleh pemerintah, tetapi ada sebagian warga masyarakat yang tidak mau menjalankan kewajiban, semisal membayar pajak. Padahal jalan dan fasilitas umum tersebut diperbaiki dengan dana dari salah satunya adalah pajak. Contoh yang mudah adalah bagaimana mahasiswa hanya menuntut haknya saja sedangkan dia tidak menjalankan kewajibannya mahasiswa menuntut perkulihan yang baik, fasilitas yang lengkap dan baik, dosen yang berkualitas dan lain sebagainya sedangkan si mahasiswa tidak mau menjalankan kewajibanya membayar SPP? Bagaimana hal tersebut? Bukankah pasti tidak harmonis? tidak stabil? Sebenarnya akan mudah dipahami dalam perkuliahan di Perguruan Tinggi, seorang mahasiswa yang tidak mengerjakan kewajibanya seperti belajar, patuh pada aturan, disiplin, membayar SPP (sesuai dengan kemampuannya dan lain sebagainnya) pasti si mahasiswa itu akan menemui banyak masalah. Tidak belajar berarti tidak menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa dan akhirnya mendapat nilai tidak lulus. Hal yang dialami mahasiswa sebenarnya juga berlaku dalam masyarakat, antara hak dan kewajiban menjadi satu paket. Tidak bisa seseorang hanya disuruh mengerjakan kewajiban saja tanpa diberikan haknya, demikaian pula tidak bisa seseorang hanya menuntut haknya saja tanpa melaksanakan kewajiban. Bila itu terjadi maka akan ada pemerasan, penindasan, ketidakadilan, kesewenang-wenangan, melanggar hukum, kriminal dan lain sebagainya. Kasus yang terakhir ini merupakan hal umum yang akan terjadi bila antara hak dan kewajiban tidak dijalankan secara berimbang, dan tepat.
Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.
Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.
Sebenarnya warga Negara Indonesia masih banyak yang belum benar-benar memahami apa sebenarnya hak dan kewajiban kita sebagai warga Negara yang baik yang berada dalam lingkup peraturan mutlak yang disebutkan dalam UUD 1945. Kita hanya mengetahui tanpa memahami hak dengan mengimbanginya dengan kewajiban. Terkadang kita hanya mementingkan hak-hak kita semata yang harus kita dapatkan tanpa melaksanakan kewajiban yang semestinya sebagai warga Negara. Bahkan hanya untuk menghargai hak orang lain pun kita masih tidak dapat melakukannya. Berada di Negara yang bersifat demokratis seperti Indonesia yang bebas mengeluarkan pendapat yang memiliki nilai toleransi tinggi kita perlu memahami bahwa kesejahteraan bersama sangatlah perlu diciptakan di tengah Negara yang memiliki banyak perbedaan seperti ini.
Masih banyak sekali yang harus diperbaiki dari semua bidang pemerintahan Negara Indonesia. Karena semakin merajalelanya ketidakadilan yang menimbulkan kesengsaraan rakyat. Para pejabat tinggi yang memiliki kekuasaan yang hanya mementingkan hak-haknya saja tanpa melaksanakan kewajibannya dengan baik. Banyak yang telah merasa bahwa kita telah melakukan kewajiban dan bukan hanya sekedar mengerjakan namun bagaimana hasil dari apa yang kita kerjaan benar-benar memberikan perubahan terhadap kemajuan Negara dengan baik padahal kenyataannya kita hanya melakukan kewajiban seadanya. Akhirnya menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan terhadap hak dan kewajiban dari masing-masing warga Negara.
Hak merupakan segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai anggota warga negara sejak masih berada didalam kandungan , sedangkan kewajiban merupakan suatu keharusan / kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut . Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain , sehingga dalam praktik harus dijalankan dengan seimbang .
Kamis, 09 April 2015
Pendidikan Kewarganegaraan
Nama : Yudha Perdana Putra
Npm : 19213535
Kelas : 2EA23
1. Jelaskan mengapa ideologi pancasila bukan merupakan ideologi campuran dari ideologi sosialisme maupun liberal ?
Jawab : Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi,serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut."Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya.Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada definisi tunggal secara enskapitulasi dari mereka semua.Mereka berbeda dalam jenis kepemilikan sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme.
2.Terkadang identitas nasional. Bersebrangan dengan identitas pribadi , bagaimana sebaiknya menurut saudara mengharmoniskan kedua hal tersebut sehingga bias berjalan berdampingan ?
Jawab : Proses Pembentukan Identitas Nasional adalah Identitas nasional tumbuh dan berkembang berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas sosial. Suatu identitas nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri bersama mereka (Charles F Andrain, 1992).
Minggu, 04 Januari 2015
Tugas Softskill Ekonomi Koperasi
1. Jelaskan yang dimaksud sisa hasil usaha ,mengapa koperasi tidak menggunakan istilah laba seperti yang digunakan oleh badan usaha milik swasta (BUMS) ataupun badan usaha milik Negara (BUMN)?
· Sisa hasil usaha koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TRI] ) dengan biaya biaya atau biaya total (total cost [TC]) dalam satu tahun buku. Koperasi tidak menggunakan istilah laba seperti yang digunakan oleh Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena koperasi adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan bukan untuk mencari keuntungan
2. Bagaimana cara membagi SHU koperasi bagian anggota sehingga mencerminkan atas prinsip koperasi (Adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota)?
· Dengan menggunakan prinsip – prinsip koperasi yaitu ;
- SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
- SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
- Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
- SHU anggota dibayar secara tunai.
3. SHU koperasi juga diperoleh dari usaha nonoperasional seperti bungan deposito dan usaha operasional lain yang bukan dari anggota tanpa mengorbankan prinsip koperasi dan rumuskan cara membagi SHU tersebut?
Dengan menggunakan rumus :
SHUPa = x JUA + x JMA
Dimana :
· SHU pa = Sisa hasil usaha per anggota
· JUA = Jasa Usaha Anggota
· JMA = Jasa Modal Anggota
· VA = Volume usaha Anggota ( total transaksi anggota )
· UK = Volume usaha total koperasi ( total transaksi koperasi )
· Sa = Jumlah simpanan anggota
· TMS = Modal sendiri total ( simpanan anggota total )
4. Apabila koperasi sebagai badan usaha mengalami kerugian (tidak memperoleh SHU) apakah kerugian tersebut ditanggung oleh anggota? Bila tidak dari mana koperasi menutupi kerugian tersebut? Bila iya bagaimana cara mendistribusikan kerugian tersebut terhadap anggota?
· Ya ,kerugian memungkinkan ditanggung oleh anggota, untuk mendistribusikannya tentu harus ada pengelolaan yang baik dalam dana cadangan sehingga jika sewaktu – waktu koperasi tersebut merugi, maka dengan sendirinya dana cadangan akan terkompensasi, jika dana cadangan masih belum cukup untuk menutupi kerugian maka dapat menggunakan simpanan dari anggota.
5. Apa pendapat saudara bila SHU yang diperoleh dalam satu tahun buku yang bersumber dari bukan anggota lebih besar daripada yang bersumber dari transaksi dengan anggota?
· Menurut saya akan terjadi dibukanya rapat anggota dapat menetapkannya untuk dibagi secara merata sepanjang tidak membebani likuiditas koperasi tersebut.
Tugas Softskill Ekonomi Koperasi
1. Jelaskan yang dimaksud sisa hasil usaha ,mengapa koperasi tidak menggunakan istilah laba seperti yang digunakan oleh badan usaha milik swasta (BUMS) ataupun badan usaha milik Negara (BUMN)?
· Sisa hasil usaha koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TRI] ) dengan biaya biaya atau biaya total (total cost [TC]) dalam satu tahun buku. Koperasi tidak menggunakan istilah laba seperti yang digunakan oleh Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena koperasi adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan bukan untuk mencari keuntungan
2. Bagaimana cara membagi SHU koperasi bagian anggota sehingga mencerminkan atas prinsip koperasi (Adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota)?
· Dengan menggunakan prinsip – prinsip koperasi yaitu ;
- SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
- SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
- Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
- SHU anggota dibayar secara tunai.
3. SHU koperasi juga diperoleh dari usaha nonoperasional seperti bungan deposito dan usaha operasional lain yang bukan dari anggota tanpa mengorbankan prinsip koperasi dan rumuskan cara membagi SHU tersebut?
Dengan menggunakan rumus :
SHUPa = x JUA + x JMA
Dimana :
· SHU pa = Sisa hasil usaha per anggota
· JUA = Jasa Usaha Anggota
· JMA = Jasa Modal Anggota
· VA = Volume usaha Anggota ( total transaksi anggota )
· UK = Volume usaha total koperasi ( total transaksi koperasi )
· Sa = Jumlah simpanan anggota
· TMS = Modal sendiri total ( simpanan anggota total )
4. Apabila koperasi sebagai badan usaha mengalami kerugian (tidak memperoleh SHU) apakah kerugian tersebut ditanggung oleh anggota? Bila tidak dari mana koperasi menutupi kerugian tersebut? Bila iya bagaimana cara mendistribusikan kerugian tersebut terhadap anggota?
· Ya ,kerugian memungkinkan ditanggung oleh anggota, untuk mendistribusikannya tentu harus ada pengelolaan yang baik dalam dana cadangan sehingga jika sewaktu – waktu koperasi tersebut merugi, maka dengan sendirinya dana cadangan akan terkompensasi, jika dana cadangan masih belum cukup untuk menutupi kerugian maka dapat menggunakan simpanan dari anggota.
5. Apa pendapat saudara bila SHU yang diperoleh dalam satu tahun buku yang bersumber dari bukan anggota lebih besar daripada yang bersumber dari transaksi dengan anggota?
· Menurut saya akan terjadi dibukanya rapat anggota dapat menetapkannya untuk dibagi secara merata sepanjang tidak membebani likuiditas koperasi tersebut.
Kamis, 12 Juni 2014
Old Dormitory (Novel)
Old Dormitory
This is the first night Leta occupy his rented room that measures just 4 x 5m. The boarding house is included in the category of the old house. Seen from the shape of the building and the gates are used. It looks like this is the Dutch era dormitory building. The price offered is not too expensive. Number of rooms for rent approximately 100 rooms. In every room of the tenants were given iron bed facility that is covered with cotton mattress, wooden cabinets of medium size, and a dressing table with carved teak leaves on all sides. Aleta room window facing towards the rear of the house. Several large trees are clearly visible when the window is opened.
Aleta had heard that the building is haunted. However Aleta does not matter because since childhood Aleta've liked everything that smells of horror, be it books, movies, or stories - real stories that refer to the unseen world. Although up until now had never seen Aleta astral beings who are often depicted faceless scary but he believes they do exist.
The first night passes smoothly, even he had not dreamed, perhaps because he was too tired to clean up the room so he slept with lelapnya.
Morning - Early morning Aleta go to college. At the outer gate he met the lady of the old building owner Ramses.
"Good morning, ma'am?"
"Hi Aleta, good morning. What about last night? Did you sleep well? "
"Yes ma'am, very soundly, mosquitoes did not manage to wake me. I left college, there was a test today. Excuse me, ma'am. "
Mrs Ramses flashed a smile as she nodded. The woman seems strange. He was wearing a long black and hooded, almost his entire body is covered clothes. Not only his face. But he always looked
Aleta stepped quickly, The distance between the campus and boarding is not too far away. Simply take public transport 5 minutes he had reached the campus.
Campus atmosphere is quite crowded. Several classmates seemed preoccupied with a notebook in their hands, whispering something to her lips as if to memorize the exam material. Aleta sat in the back row. His body was still tired from yesterday.
"Let Hey, why there? Here deket me. "Tukas Jani who sat two rows in front of Aleta.
"Here wrote Jan, fear of getting caught later when I'm sleepy." Leta replied as he pulled out of her bag stationery.
Jani budge, instead he moved closer to the position of Aleta.
"Excuse me lef, yesterday I could not help you. Mom is still sick. "
"It's okay darling. I can solve alone. It is typical I moved - moved rooming alone. "
"What about the atmosphere? Owner boarding? Friends - roommate? "
"The owner's name is Mrs. Ramses boarding. Friends - roommate? Hemmm I have not met.
When I left this morning boarding a very quiet atmosphere. Either they are all still asleep or I wake slower than them. "
"Good morning children - children, whether you are ready to test today?"
A somewhat raspy voice belongs to the class Mr.Devon surprising. Including Aleta and Jani.
"I'll go through the story again, the Beast has come." Tukas Jani.
Aleta just smiled. He understands how Jani is so hated Mr.Devon until finally Mr.Devon be rewarded as The Monster,
___________________________________________________
Aleta six o'clock on the way back to the boarding house. He wanted to get up in his room, he feels his resume is far from enough.
Up in the front of the boarding gate - Aleta indirect entered, he looked at the architecture of the house more thoroughly. It may seem austere, if observed from the outside. Plus the atmosphere is also very quiet.
"Ah other occupants might not come home." He thought.
Aleta opened the gate slowly. While the paint was already peeling off the gate but still looks very solid.
Aleta walked through the front garden boarding. There are a swing that seems to have rusted. Two garden lights look very dusty is not turned on, because it is still afternoon.
Aleta running but his views can not get out of the park.
"Brakk .."
"Oh .. sorry ma'am."
"It's Aleta."
Aleta crashing right in front of the lady of Ramses the stairs to her room. A few seconds later looked into the face of Ramses Mrs Aleta and proceed down the steps toward the room.
Up in the room, Aleta heart beating very fast. He could see the faces of the incident when Mrs Ramses. The face was so cold even though the lady of Ramses down.
Aleta lay down in the cotton mattress. Unconsciously, she fell asleep.
A few hours later ...
".. Leta Leta." A voice is so smooth in his wake Aleta.
Aleta eye opening. A beautiful girl with golden curls with noni typical Dutch dress already in front of him. It seems they age. Aleta silent. He believes that this girl is not human.
"Do not be afraid, I'm the next room occupant. You're new, right? First you forget to close your door. Sorry if I'm sassy trespassing. I just wanted to get acquainted. "
Aleta watched her very carefully. Her feet flat on the floor, his skin pale white instead of white. Looks like he is human.
"Hi, yes, it's okay. What is your name? "Said Aleta bland tone because he was still shocked.
"I Salia." He answered simply.
After the incident both appear to look very familiar. Each Aleta home from campus, Salia always accompany Aleta in her room. They talk - talk. Salia really understand the history. Especially when Indonesia was the Dutch era. Until year Salia was memorized by heart. Naturally, Salia Dutch descent. His father was a Dutchman who worked in Indonesia, his mother's native tribes. His face was practically perfect. Beautiful inside and out.
A few weeks passed, Aleta began to feel there was something strange in the boarding house. he felt as though - would only him, Mrs. Ramses, and Salia who live there. Because he always found boarding in a state of quiet. There was no noise of typical female boarding. Until one night when he and Salia amid cool to enjoy green tea in room Aleta.
"Sal, what you know with other residents?"
"Huh? Oh I know but rarely interact with them. Why Leta? "
"Not what, just wonder, since the beginning I just came meihatmu and Ramses mistress."
"You have to get used to the quiet conditions. Like me. "
Aleta silent, he still curious why this seems boarding extremely quiet. He intends to study off tomorrow when he will visit the other occupants of the room to get acquainted.
________________________________________________
Awaited day arrived, Aleta knocking every door. But just as she reached the third door, the lady of Ramses approached arrived - arrived.
"What Aleta?"
"Emmh,, it,,, er uh I want to get acquainted with their mistress." Replied Aleta stumbling.
"They're all in the holiday period. Some are coming home, there are some who go stay outside the city. "
"Oh so, how long the mistress?"
"It's been two months. Do you feel lonely? "
"Not really, it's just that I feel strange with a quiet environment."
"Just not used to it. Long - too long you will enjoy how beautiful silence. "
Aleta nodded. He walked back into the room. Ramses mistress face far from friendly. So stiff. Aleta in the room began to open some books collection - average begenre horror. Until finally there is a book that he did not recognize. He was very familiar with the cover. A large hand gripping a small human body.
"Whose book is this? I thought I had never bought it. "
Aleta began to open the pages. Aleta enjoy each sentence. He kept reading, until in the middle of the page there is a spell. The write spells out how we can feel how to enjoy life in the darkness like a ghost - a ghost roaming. The point is that the spell can make us feel how to be unseen creature. There is written that the reader should spell sincere. Should not hold a grudge and regret.
Aleta became interested in the spell, and he wanted to try it.
Aleta sat in meditation. He was emptying his heart and mind. Aleta then began to read the spell.
I separated from the earth, let me drift with the bodies of the missing
Space - the silent space between my place so dark and evil winds
Do not let the layman's eyes catch my reflection
Just the same thing that was able to be my friend
I'm lost without a trace with my scent without regards
Back me not to Him but to those who asked
I loose my breath and napsuku
to struggle in the dark
Slowly the exact count she read with the heart - the heart. Until at last sentence. Aleta began to feel the weight of his head. His vision began to blur. Until then, "jlebb" he fell asleep.
________________________________________________
Aleta was surprised, he was lying on the bed. He remembers very well that he was sitting on the floor with a foreign book containing spells. Aleta down from his bed. He tried to find - find the existence of the book. But the discovery was nevertheless the thing.
Aleta moved out of the room. Trying to find Salia. His brain directly lead to her as long as it can be in and out of her room just Salia. But the tiny hand just want to open the door he stopped. Aleta just remembered that during this Salia never tell where his room. What might he have to knock all 49 rooms are there?
Retractable door handles, steps out of the room he was so shocked. The building is no longer lonely. Many girls - girls dressed alike Salia seem cool to talk in front of the room talking, some are cool to read a book. They all faced indo. Aleta looked downstairs. In the garden he could see some of the cool girls play swing, even though it was dark, but their faces still visible through the aid of garden lights are already turned on.
"Maybe they're back from vacation. I just ask them where Salia room. "He thought.
Aleta begin to address one of the girls, she looks more beautiful than Salia. Flicks her eyelashes, eye color green, slightly speckled skin, red lips flushed, her hair is curly allowed to decompose, tiny flowers pinned clamps on the top right of the head.
"Hi, I Aleta. Should meet? "
"Hi, my name Viena. You seem confused? "
"Ah, yes, I'm looking for someone."
"Who? May I know? "
"Salia."
"Salia? Salia Van Wirgh? He is in room 66. "
After saying thank you, Aleta immediately left Vienna and some friends. He tried to find the room in question. Arriving there Aleta see a wooden door numbered 66.
"This is it!"
Aleta knocked. There was no answer at all. Many - times when you tap still no answer. Aleta also ventured to open the door of the room itself and then close it again, very careful - careful to make no noise at all. The room lights are very dim. And there are different from this room, a bulkhead His bed is limited, and it is not owned by Aleta his room. So when came into the room, people will see a small table and two wooden chairs first. A small rectangular table seems filled with photos - photos Salia. All photographs are black and white. Salia posing wide - wide. Some are alone, some are with her parents. A rusty vault similar to that existing in his room appear open. Aleta feet walked over to the closet. His eyes want to see the contents inside. He saw a young girl Dutch-style clothes hanging there. But the color is very shabby, even browning. Aleta tried to touch her. He was surprised, it's like clothes - clothes last decades already unfit for use. So fragile. In some parts already perforated, probably eaten by rats. At the bottom of the closet already a lot of termites. "How could Salia let her closet like this?" Thought Aleta.
Aleta heart berdegub toned but her legs kept wanting to walk leads to the bulkhead behind the bed. He believes Salia was sleeping there. Aleta running slowly.
"Sa .. Salia????????"
Aleta almost fainted. He saw a body lying like a frail grandmother with a crucifix around his neck. Golden hair was bleached. Originally Aleta not sure that it Salia, but when he saw a birthmark on the back of the hand in the bed that he was convinced that it was Salia. Plus Salia pretty face completely - completely biased in the face. "What is her mother? Or grandmother? Oh my God what is this? "Aleta hope this is all just a dream. But he did not want to end this, he still enjoys the game his heart. This feeling that he never found the time she read a book - a book that horror did not adrenaline.
Aleta people who lay hands stroking it. he felt the body was so cold. He stroked the cheek that just wrapped in wrinkled skin. Unexpectedly the woman's eyes open. Aleta could not say - word. His mouth was silent. The woman woke up. Sounds like the joint was flexing muscles heard clearly. She opened her mouth. Wizened lips clearly visible peeling. Rows of blackened teeth. But she still looks beautiful.
"Aleta?"
"Sa .. Salia? Are you Salia? "
"Who brought you here?"
"Someone told me that this room."
"Who? Is Ramses mistress? "
"No! Not him. But a girl. If no one remembers his name Viena. "
Salia down. He felt like crying. Aleta sorry for him.
"Aleta, I'm sorry. You should not get here. You must have seen them instead?
"They? They who? "
"The girl - the girl in this building."
"Yeah, but wait! You have to answer the first question. Are you Salia? Why are you so different than you were yesterday? "
"I see the look hundreds of years ago. When I was still beautiful. As I have not menetahui that this building will membelengguku. "
"What do you mean?"
Salia began,
"Decades ago I and some of my colleagues who incidentally Dutch descent simultaneously incorporated into the dorm. The hostel owner is Mr. Ramses. He is known for having black magic. He had a spell where the spell can make people feel sick and die without letting that person spirits roaming without any time restrictions. Awalanya all seems normal. But after a year has passed, one by one the girls disappear. Until the last friend Lucia. Before disappearing, he had time to write a letter to me. He tells about who Mr. and Mrs. actual Ramses. Then he gave me this cross necklace. It turns out Mr. Ramses knows Lucia letter given to me. So with his black magic, he locked me here. Until the end .... "
Salia hanging sentence. There is a grain tears out of her eyes.
"Sal, continue your story. Maybe I can help. "
"I did not last long in this room. they did not feed me. I also have asthma. Until at 6 months I breathed my last. "
Aleta keep his position of Salia. He did not think now he really - really met a ghost. There is little fear overwhelm her. He was half shudder. He scared arrived - arrived Salia strangled him to death.
"You need not fear Leta, we are the same. It's just that I die with the bodies while you're not. "
"What do you mean?"
"None of the men could see a lot of people here, but they've been the same - the same die with the chanting. If you've met Viena, the same as you'd like him and others. Ramses I and mistress dead because of the providence of God, but still we can not calm because our bodies were never found. "
Aleta shaking. His body was flooded with sweat. He could not believe that he is dead.
"Liar!! You want to lie to me Sal. I've thought of you as a friend, but could you lie to me! "
"Why do not you come out the room. It's eight in the morning. Have you enjoy your sun. "
Aleta ran out of the room. Salia leaving in his room.
"Arrghhh!! Sakitt!! "
Aleta screaming, she was in pain, his body burned. He came back into the room Salia.
"I believe? You'll never again be able to enjoy breakfast, lunch and your afternoon. You can just enjoy your evening. Do not you realize that I always accompany you in times of night? Are you not aware of the lady of Ramses always wearing clothes that cover his body? This is our destiny."
Aleta sobbing. he was sorry to read that spell. he felt stupid. He did not think that now he is a ghost.
"Is there any other way Salia?"
"No, never there. You, me, also they will be boarders old forever. Welcome to Aleta. Welcome to our dorm ."
http://fiksi.kompasiana.com/novel/2012/09/10/novel-horor-singkat-asrama-tua-492286.html
Langganan:
Komentar (Atom)